Rabu, 22 Mei 2013

0

Puisi Kecewa

Posted in , ,


LUPAKAN AKU

LupakanLah aku,
Lupakan kita pernah merasakan ke indahan bersama, 
Tak mungkin aku begini terus,
Aku ingin sekaLi memperbaiki diriku,
Aku ingin menjadi orang yang bertanggung jawab,
Dan tak mau Lagi berhianat,
Hanya untuk kesenangan semata,
Jadi LupakanLah,
BenciLah diriku,
Dan jauhiLah aku,
Demi diriku dan masa depanku




Getaran Cinta Yang Ternoda

Aku meLihat sebuah tanda tentang kesedihan
Diawali oLeh suara seekor burung gagak dimaLam hari
LaLu teLingaku serasa tertusuk-tusuk oLeh sebuah suara
DaLam subuah ketidak berdayaan oLeh Cinta yang terombang
Sesungguhnya Cinta adaLah sebuah kejujuran…
Yang tak dapat diwakiLi oLeh orang Lain
Dan Cinta itu adaLah sebuah keikhLasan…
Menerima apa adanya tanpa harus mempunyai sebuah prasangka
Kasih…
DimaLam yang dingin ini aku hanya dapat termangu
Termangu karena hatimu yang sedang gundah…
Entah karena apa…
Ataukah ada sebuah bisikan yang menghantam hatimu
Sehingga Cinta ini menjadi ternoda
Kasih…
Jangan berprasangka aku menyaLahkanmu atas semua itu…
Dan jangan benarkan bisikan yang tak berjawab
Sebab semua itu akan menjadi irisan dihatimu
Kasih…
Aku tak ingin rintihan gagak itu adalah pertanda yang nyata
Yang menyebabkan Cinta menjadi getaran yang ternoda
Aku juga tak ingin, tak inginkan kepahitan…
Kepahitan yang menyebabkan ketidak berdayaan
Yang membuahkan kehancuran bagi Cinta kita…
DimaLam yang dingin ini, ku ingin…
Akan terhangatkan kembaLi oLeh Cinta kita
Seperti dahuLu kaLa, dengan membuang segaLa prasangka




MenghiLang Begitu Saja


Hujan teLah reda…
Tujuh warna menghiasi di keindahan
Langit…
Namun kemba
Li menghiLang dibaLik cahaya mentari
Tak terukur
Lewat kesepian maLam, daLam kesendirian
Sudah
Lewat dari 1000 hari dan hati ini tetap masih ada…
Sebab segenggam janji masih terukir indah…
Namun,
Lentera yang kau titipkan semakin redup
Sebab siang menghi
Lang begitu saja…
Hanya kege
Lapan singgah tanpa mengucapkan saLam
Mengapa…?
Megapa wajah di ba
Lik peLangimu tak Lagi kuLihat…
Angin-angin tak
Lagi berhembus memecah kesunyian…
Meningga
Lkan jejak tanda tanya sebeLum kau menghiLang…
Bernarkan itu kau sebe
Lum pergi…?
Disaat kau datang, rembu
Lan tak Lagi menjadi payungmu…
Di saat kau tersenyum, angin tak
Lagi menebarkan aromamu…
Disaat kau berkata, maksud tak
Lagi menjadi tujuanmu…
Di saat kau pergi, cinta tak
Lagi menjadi keindahanmu…
Kini…
Hanya tingga
L jejak Langkah yang tak berbayang
Di jalan setapak yang te
Lah terhapus oleh hujan
Pada sekeping hati yang te
Lah kau Lukai
Saat kau menghi
Lang begitu saja
Semakin kita sering menganggap diri
penuh jasa dan penuh kebaikan pada orang
Lain,
apa
Lagi menginginkan orang Lain tahu
akan jasa dan kebaikan diri kita,
LaLu berharap agar orang Lain
menghargai, me
muji, dan membaLasnya
maka semua ini berarti kita
sedang membangun penjara untuk diri sendiri
dan sedang mempersiapkan diri mengarungi
samudra kekecewaan dan sakit hati.
..
:-‘(




MENUNGGU SANG WAKTU

Hari demi hari berLaLu
Jarak yang menisahkan kita
Per
Lahan diri ini seperti giLa
Disaat ku mendengar suaramu
Tapi rasa rindu ini tetap berada da
Lam hati
Kapankah penantian ini kan terhenti
Hanya waktu yang bisa menjawab
Q hanya bisa menahan rasa rindu ini
Dan hanya bisa menunggu sang waktu
Q hanya ingin merasakan Lentik jemarimu
Dan merangku
L mu di peLukanku
Namun perasaan itu hanya membuat
Q semakin rapuh
Karena
Q tak tahu bagaimana dirimu sekarang
Disaat
Q terdiam sejenak
Yang terpikir o
LehQ
Akankah
Q bertahan atau bagaimana
Disaat
Q merasakan kesendirian
Q bisa merasakan riang tawamu
Q bisa merasakan airmatamu
Tapi
Q tak bisa meLihat senyummu
Q tak bisa menghapus air mata di pipimu
Q hanya ingin tahu
Bagaimana kita menja
Lani semua ini
Akankah akhirnya kita kan bersama
Men
jaLani kehidupan bersama
Namun aku tidak tahu bagaimana
Q hanya bisa menunggu dan menunggu disini
Sampai waktu yang menjawab
Jawaban perasaan ini




JIWA YG SEPI

Kubiarkan kesepian menyelimuti hidupku
Dalam kehampaan merona dalam jiwaku
Mewarnai setiap detik nafasku
Menghantui setiap getar dadaku

Kucari entah dimana dia berada
Menghempas semua asa melemah tiada rasa
Tiada kurasa mengerti akan adanya…
Datanglah wahai bidadari cinta…

Di sela kehampaan kurasakan kesunyian
Terasa menyakitkan rasa kesepian
Kembalikan jiwaku yang s’lalu menginginkan dirimu
Jiwa yang selalu haus dalam pencarian seseorang

Dimanakah orang yang kucari…
Lelah kaki melangkah yang tiada terarah
Merasakan letih…hingga tak mampu merintih…
Ingin hapuskan rasa kesepian ini…
Siapakah yang mampu kembalikan jiwa ini kembali…

0 komentar: